
Entah
kenapa aku ingin luahkan
kesesakan yang seharusnya kusimpan
kuletakan didasar hati yang paling dalam
agar terjaga segala kerahasiaan
untuknya, hadiah diujung kehidupan
Entah,
dari mana aku mulai cerita
agar kau mengerti apa yang ada
sementara ia tersimpan di rasa
dan kau tak pernah menikmatinya
Entah,
bagaimana aku harus bicara
ada sesuatu yang hilang di rongga dada
seperti dicerabut pecah ia dicurinya
dan karena hampa,
semua segala dihisap menempatinya
penuh, tumpah ruah
dan aku tak sanggup menutup pintu lukanya
Entah,
ada dimana letaknya
telaga yang dijanjikan menghilangkan dahaga
serasa ia hanya dongeng semata
sementara alam sembunyikan tandanya
dan sesiapa pun hanya kelu terdiam
Entah,
pada siapa aku mengadu
suara hati dan akal ku tak lagi padu
ketika ku urai limpahan kata di dalam doa
Tuhan tak jua bersabda
Ia hanya diam dan menyimpan rahasia
permainan ini belum lagi usai
masih berjuta ruh menjuntai
tempat jiwaku menggapai
Entah Tuhan,
kemana kini aku harus mengacu selainMu
hidup masih memaksaku berpacu
dalam adu kehendak denganMu
kepercayaan ini tak lagi kuyakini
ku pilih pihakMu bukan karena janji,
tapi kenapa
Kau lekatkan masa depan ku ke masa lalu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar