Senin, 22 Januari 2007

R I N D U










melupakanmu serasa aku dihujam sangsi
tapi mengenangmu aku dipagut kerinduan


mencoba mengabaikanmu aku disengat sepi
sedang mengingatmu aku dipeluk kesedihan


cintaku padamu melekat di nafasku
mengalir deras di darah-darahku
basuh dan basahi pori-pori


dalam rindu teramat sangat
dalam sepi yang menyengat
detak detik waktuku berkeringat
lekat pada sosok mu yang ku ingat
ruh ku pun habis semangat
setelah hilang itu hangat


Kini ku di cekam kerinduan
dahaga ku padamu tak kunjung padam

Aku hanya ingin sebuah pertemuan






Senin, 15 Januari 2007

TERPURUK


kini aku tak berdaya
karena semua rencana adalah hampa
semua jadi angan kosong belaka
dan segala upaya adalah kerja sia-sia

kini aku sendirian
jiwa yang rindu ini kesepian
berlari terengah temukan pasangan
yang kudapati kisah-kisah bayangan

kini ku merasa sangat bersalah
merajut kekhilafan tak kenal lelah
terjebak dalam pikiran yang berkilah
dan kenyataan itu sebenarnya terbelah

kini aku merasa tak berarti
kehendakMu pun yang pasti
masih jua ku tak mengerti
tapi jangan terlantarkan ruang hati
dalam keraguan yang tergerogoti

jika waktu ku sampai nanti
berikan kesempatan ku tuk berarti
lalu siapkan aku menyambut mati
karena kekasih tengah menanti
aku akan bergegas pergi tanpa henti

wahai musuh sejati
kini aku sungguh tak perduli
walau badai mendera memukuli
jiwaku tak
kan mampu kau beli
sampai jadi bangkai, barangkali
tetap ku dekap kubungkus hati

Senin, 01 Januari 2007

KEHILANGAN SENYUMMU



Senyum itu memang jarang hilang,
pun tak bawa makna berbilang-bilang...

kala ia datang ramai orang bertandang
kala pergi tiada orang yang berdendang
walau seribu rangkaian kata tercurah...
tak akan habis bingkisan kisah
hingga jiwaku luluh tumpah
tapi
mengapa tak satupun salam sampai tanda pisah?

bila satu waktu aku datang dengan tanya...
kurasa dilangit kau gantungkan jawabnya

senyum itu memang jarang hilang
tapi sumpah,
kini jiwaku sangat kehilangan