Hari ini kelabu
waktu berjalan tak tentu
atau justru berhenti membatu
Rindu ku padamu memuncak
tak mampu ku elak
walau sejenak
aku tersesak
ia meringsek mendesak
mengoyak selaput tatakramaku
satu demi satu
aku tak dapat lagi menunggu
pencarianku tak mengenal waktu
walau terlepas dan telanjang kulitku
ia terus meradang
hingga jadi tulang
kini aku sekarat
jiwaku di kerat
menahan ledak dadaku tak kuat
ia butuh saluran untuk muncrat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar