Minggu, 04 Februari 2007

RASA TAK GUNA











Aku si lemah, ringkih dan dungu ini
benar-benar tidak berguna, ya Tuhan
dan kini aku merasa tak berharga

Maafkan aku, Teh
aku sungguh tak guna
mengawiniku jadi bencana bagimu
hancur beribu peluang kebahagiaan,
menjaga mu arungi kehidupan pun
ternyata aku tak punya daya tahan

Maafkan aku Bunda
anakmu ini mengecewakan
kelahiranku mengundang kesedihan
hanguskan bagian-bagian kejayaan,
membangun harapan dan impian
pun aku tak punya kemampuan

Maafkan aku Dinda
aku sungguh tak guna
kehadiranku adalah kesedihan bagimu
halangan asamu matang berkembang,
“perusak kerja yang belum usai”
sebab mengayomi dan memandu kedewasaan
akhirnya aku tak jua menjadi teladan

Maafkan aku Mamanda
aku sungguh tak berharga
akulah tanaman liar benalu hidupmu
tak patut menumpu budi yang kau tanam
nanti dengan geram kau berkata
“dasar ular tedung tua,
disayang kau mematuk tuan”
aku tak
kan sanggup membalaskan


Maafkan aku sahabat
tak layak aku kau jadikan teman
olok-olok mu diwaktu senggangpun jauh lebih pantas
“ah pecundang ! Ia pencuri kecil peluang-peluang kita”
sebab sikap hidup dan kejujuran yang kutawarkan
akhirnya tak
kan pernah ada dalam kenyataan

Sumpah ! Maafkan aku
Bangsat sombong bodoh ini
sudah sungguh tak guna
lalat tong sampah depan rumahmu
jauh lebih ada harga

Sungguh mampus maafkan aku
aku tak punya taji tuk membelamu
bahkan aku tak punya nyali
untuk hidup atau mati

Ampun ya Allah, Ampun…
makhluk congkak pongah ini
terlalu dungu untuk mengerti
terlalu malas untuk mencari
terlalu lambat untuk berbakti
jangan lagi Engkau banding
sebab debu kotoran sapi
yang terbang kesana kemari
jauh lebih berarti !!!

Ampun ya Rabb
kini aku tidak perduli
aku hanya ingin cintaMu yang kau bagi
karena bagiku
surga atau neraka tak guna lagi
jasad tubuh ini tak guna lagi
membaca dan bacaanya pun tak guna lagi
tak guna lagi….

Tidak ada komentar: